Ketukan 'Koin' Penuh Harapan: Jantung Ibu Turinah Tersentuh Kepedulian UPZISNU Pekon Bandung Baru

Bandung Baru – Detak jantung Ibu Turinah (RT 12/RW 04) yang tengah berjuang melawan penyakit jantung di Klinik Bakti Ananda mendapat suntikan semangat dan bantuan nyata. Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Pekon Bandung Baru kembali mengukir jejak kepedulian melalui program andalannya: Pentasyarupan Kesehatan Terikat.

Aksi heroik yang sarat makna ini membuktikan bahwa setiap keping Koin Pondasi Akherat (KPA) yang dikumpulkan warga telah menjelma menjadi energi positif yang menopang kehidupan.

Ibu Turinah, yang sedang menjalani perawatan intensif karena diagnosa penyakit jantung, adalah wajah nyata dari program Pentasyarupan Terikat yang diinisiasi UPZISNU. Program ini dirancang khusus untuk memastikan bantuan cepat, tepat, dan terarah kepada warga yang menghadapi kondisi kesehatan mendesak.

"Kesehatan tak bisa menunggu. Setiap detiknya berharga. Inilah amanah yang harus kami tunaikan secepatnya," ujar perwakilan UPZISNU.

Penyerahan bantuan kali ini dilakukan secara langsung oleh Bapak Bukhori, salah satu staf Mujami (pengumpul donasi) yang dikenal gigih. Dengan membawa semangat gotong royong dan rasa empati yang mendalam, Bapak Bukhori menyerahkan dana Pentasyarupan tersebut langsung kepada Ibu Turinah dan keluarga.

"Dana ini adalah wujud nyata solidaritas warga Pekon Bandung Baru. Setiap donatur, besar atau kecil sumbangannya, telah menjadi penyelamat," tutur Bapak Bukhori. "Semoga bantuan ini dapat meringankan beban biaya pengobatan dan mempercepat pemulihan Ibu Turinah."

Program Pentasyarupan Kesehatan Terikat UPZISNU Pekon Bandung Baru adalah cerminan indah dari manajemen zakat, infak, dan sedekah yang profesional dan transparan. Bantuan yang disalurkan sepenuhnya berasal dari dana yang terkumpul secara rutin, terutama melalui gerakan Koin NU atau Koin Pondasi Akherat (KPA) yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Keluarga Ibu Turinah tak kuasa menahan haru. Mereka mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kepedulian yang datang di saat paling dibutuhkan.

"Kami sangat bersyukur. Di saat kami bingung memikirkan biaya pengobatan, UPZISNU hadir membawa harapan. Ini bukan hanya bantuan finansial, tapi juga kekuatan moral bagi kami untuk terus berjuang," ucap salah satu anggota keluarga.

Aksi kepedulian ini sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa gotong royong adalah denyut nadi kemanusiaan yang harus terus dijaga. UPZISNU Pekon Bandung Baru membuktikan, bahwa melalui pengelolaan dana umat yang amanah, senyum sehat dan harapan baru bisa terus disebarkan ke pelosok desa.