Pringsewu Selatan, – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional, Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pringsewu Selatan mengambil langkah strategis dengan melaksanakan pendataan Kiai Amaliyah NU dan Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) setempat. Kegiatan ini penting dilaksanakan sebagai upaya pemahaman sejarah organisasi di masa yang akan datang serta merupakan tindak lanjut dari amanah organisasi.
Pendataan ini didasari oleh hasil rapat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pringsewu, yang mana data yang terkumpul akan dijadikan dasar pelaksanaan Ziarah Akbar yang direncanakan akan dilaksanakan pada Sabtu, 18 Oktober 2025.
Pelaksanaan dan Verifikasi Data
Pendataan dilaksanakan pada Minggu, 12 Oktober 2025. Tim yang turun langsung terdiri dari pengurus PRNU Pringsewu Selatan: Ustadz M. Muslih (Rois Syuriyah) dan Ustadz Budi Antoro (Ketua Tanfidziyah). Mereka didampingi oleh pengurus MWCNU Pringsewu, yaitu Ustadz Musta'in dan Kabul Muliarto.
Selain melakukan pendataan, tim juga melaksanakan silaturahmi ke kediaman KH. Soderi bin KH Shobari untuk memverifikasi data kepada saksi hidup. Kehadiran saksi hidup sangat krusial untuk memastikan keabsahan dan kelengkapan data sejarah para tokoh.
Jejak Tokoh dan Sejarah Masjid Tertua
Dalam kegiatan ini, tim mencatat nama-nama tokoh penting yang pernah berkiprah dan memiliki kontribusi besar di Pringsewu Selatan. Nama-nama yang berhasil didata pada tahap pertama ini diantaranya: KH. SAYUTI, KH. ABDUL HAMID, KH. ABDUL SALAM, KH. ABU YAMIN, USTD. FADLUN HARIYANTO, KH. SUHADI, H. ASMAWI JUFRI, KH. MUSTAJIB, KH. SHOBARI, H. NUR HAMID, KH. KURMEN, KH. UMAR, MBAH SYUKUR, MBAH KOSIM, KIYAI. MUFTI ABDUROHIM, KH. M. ASMUNI, KH. ABDURAHMAN, KH. ABDUL JA'FAR, KH. SIDIQ, MARHAYUN MAJID, IBU RATNA, TAHRUDI, MBAH DULBARI, MBAH JAMIL.
Selain nama-nama dari Pringsewu Selatan, muncul pula nama tokoh Pengurus NU yang berada di Kecamatan Pringsewu, seperti Dalom Panji, yang makamnya (Makbaroh) berada di Pekon Margakaya, dilanjutkan oleh tokoh Abu Bakar. Hal ini menegaskan luasnya jaringan dan akar sejarah Nahdlatul Ulama yang saling terhubung antar wilayah.
Dalam penelusuran sejarah, terungkap pula kisah awal mula berdirinya Musholla yang sekarang telah berkembang menjadi Masjid Jami Kiyai Haji Shobari pada tahun 1940. Masjid ini diketahui merupakan masjid tertua dan pertama di Kelurahan Pringsewu Selatan, menjadi penanda penting peradaban Islam dan basis gerakan NU di wilayah tersebut.
Ustadz Budi Antoro, Ketua Tanfidziyah PRNU Pringsewu Selatan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mengumpulkan nama, tetapi meneladani perjuangan para pendahulu. "Dengan mengenal dan mendoakan para Kiai dan Tokoh NU, kita berharap semangat khidmah mereka dapat terus mengalir dalam perjuangan kita sebagai generasi penerus," tutupnya.
Penulis: kabul
Tags:
KBNU
NU