Doa Bersama KB NU GADINGREJO Menyambut HSN 2026
GADINGREJO – Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KB NU) Kecamatan Gadingrejo menggelar doa bersama sekaligus mendoakan para muassis (pendiri) Nahdlatul Ulama. Kegiatan berlangsung khidmat di Gedung Muslimat NU Gadingrejo, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, mempererat tali silaturahmi, serta meneguhkan kebersamaan seluruh badan otonom dan lembaga di lingkungan NU Kecamatan Gadingrejo.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah MWC NU Gadingrejo, PAC Muslimat NU Gadingrejo, PAC Fatayat NU Gadingrejo, serta badan otonom (Banom) NU lainnya. Turut hadir pula para pengurus ranting LAZISNU se-Kecamatan Gadingrejo.
Rangkaian acara diisi dengan tahlil dan doa bersama, lantunan shalawat, serta silaturahmi dalam suasana penuh keakraban. Kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta menikmati santap malam bersama, mencerminkan semangat persaudaraan dan kekeluargaan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah MWC NU Gadingrejo, Ustadz Harun Al-Rasyid, mengingatkan pentingnya bersikap bijak di tengah perkembangan zaman yang semakin digital.
Menurutnya, era digitalisasi menuntut setiap orang untuk lebih berhati-hati dalam menerima, menyaring, dan menyampaikan informasi. Sikap husnuzan atau berprasangka baik juga perlu terus dikedepankan, dengan tetap menjaga adab dalam berinteraksi dan bermasyarakat.
“Di era sekarang yang serba digitalisasi ini, kita perlu berhati-hati, mengedepankan husnuzan, dan tidak menjauhi adab yang baik. Mari kita melangkah bersama untuk menjadikan NU lebih baik, khususnya di wilayah MWC NU Gadingrejo,” pesannya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus, badan otonom, dan lembaga NU untuk terus menjaga kekompakan serta membangun komunikasi yang baik. Dengan semangat kebersamaan, NU diharapkan semakin solid dalam menjalankan peran keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
Doa bersama menyambut HSN 2026 ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan juga menjadi ruang untuk memperkuat ikatan batin warga Nahdliyin serta mengenang jasa dan perjuangan para muassis NU yang telah meletakkan fondasi perjuangan organisasi.
Melalui kegiatan ini, Keluarga Besar NU Gadingrejo berharap semangat Hari Santri Nasional dapat terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, dengan menjaga tradisi keagamaan, merawat persatuan, menjunjung tinggi akhlak, serta bersama-sama berkhidmat untuk umat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.