LAZISNU Adiluwih Gelar Rakor dan Sosialisasi Green Zakat, Dorong Sinergi dan Kepedulian Lingkungan
Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kecamatan Adiluwih menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus sosialisasi Green Zakat pada Minggu, 27 September 2026. Kegiatan berlangsung di Musholla Ar Rahman, Dadirejo, Pekon Waringinsari Timur.
Kegiatan tersebut dihadiri Kacab LAZISNU PCNU Pringsewu Muhammad Ma'shum, Wakil Sekretaris LAZISNU PCNU Pringsewu M. Nur Holis, Ketua LAZISNU Kecamatan Adiluwih Ahmad Sobari, serta Bendahara LAZISNU Kecamatan Adiluwih Komarun Latif.
Rakor diikuti peserta dari LAZISNU se-Kecamatan Adiluwih, Pengurus NU Waringinsari Timur, serta jajaran Pengurus Muslimat dan Fatayat NU Waringinsari Timur.
Dalam kegiatan tersebut, pengurus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program LAZISNU selama September. Selain itu, diberikan pula sosialisasi mengenai tata kelola keuangan serta pengenalan konsep Green Zakat sebagai bagian dari upaya membangun kepedulian dan kesadaran terhadap lingkungan.
Wakil Sekretaris LAZISNU PCNU Pringsewu, M. Nur Holis, menekankan pentingnya kekompakan dan komunikasi dalam menjalankan roda kepengurusan.
“Untuk memaksimalkan kinerja kepengurusan, dibutuhkan kekompakan dan kebersamaan. Utamanya adalah bagaimana kita menjalin komunikasi yang baik, membangun koordinasi yang efektif, serta saling mendukung dalam menjalankan setiap program. Dengan komunikasi dan kebersamaan yang kuat, insyaallah setiap program LAZISNU dapat berjalan lebih maksimal dan memberikan manfaat yang lebih luas.”
Sementara itu, Kacab LAZISNU PCNU Pringsewu Muhammad Ma'shum menjelaskan bahwa LAZISNU memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai lembaga amil, tetapi juga sebagai penggerak berbagai badan otonom (Banom) dan lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama.
“Fungsi LAZISNU bukan hanya sebagai amil, tetapi juga sebagai penggerak bagi Banom dan lembaga di internal NU. LAZISNU berperan menghimpun zakat, infak, dan sedekah dari para muzakki dan dermawan, kemudian menjembatani antara mereka yang memiliki kemampuan dengan masyarakat yang membutuhkan.”
Menurutnya, sinergi antar-Banom dan lembaga menjadi salah satu kunci untuk memperkuat kemandirian jam'iyyah. Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu melahirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Dengan adanya sinergi antar-Banom dan lembaga, barulah kemandirian jam'iyyah bisa direalisasikan dan memberikan kontribusi nyata bagi umat,” tutupnya.
Melalui sosialisasi Green Zakat, LAZISNU Kecamatan Adiluwih juga mendorong terbentuknya tim kolaborasi yang dapat bersama-sama menyukseskan gerakan kepedulian lingkungan (Green Environmental). Gerakan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah juga dapat diarahkan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan kemaslahatan masyarakat.
Kegiatan Rakor dan sosialisasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan tata kelola organisasi dan keuangan, serta memperluas kolaborasi LAZISNU dengan Banom dan lembaga NU dalam menjalankan berbagai program sosial dan kemanusiaan.