Antusias, Ribuan Muslimat NU Hadiri Pengajian Triwulan dan Peringatan Maulid Nabi di Gadingrejo Timur


GADINGREJO - PRINGSEWU 
Ribuan anggota Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dari seluruh Kecamatan Gadingrejo memadati halaman rumah Kepala Pekon Gadingrejo Timur, Kabupaten Pringsewu, Sabtu (5/9/2026), dalam kegiatan Pengajian Triwulan PAC Muslimat NU Gadingrejo yang dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.

Kegiatan yang mengusung tema “Teladan dalam Ikhlas, Sabar, dan Disiplin” ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Acara menghadirkan penceramah KH Amir Ma’ruf Ali Ridwan atau yang akrab disapa Gus Amir, dari Bandung Baru, Pringsewu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur pimpinan kecamatan (Uspika) Gadingrejo, Kepala Pekon Gadingrejo Timur, Ketua PAC Muslimat NU Gadingrejo Nyai Suranti, jajaran Badan Otonom (Banom) NU, Pengurus PC LAZISNU Kabupaten Pringsewu Agusyarto, Pengurus LAZISNU Kecamatan Gadingrejo beserta pengurus ranting se-Kecamatan Gadingrejo, Ketua MUI Kabupaten Pringsewu KH Agus Khaliq, jajaran Pengurus MWC NU Gadingrejo, serta ribuan jamaah Muslimat NU.

Dalam sambutannya, Ketua PAC Muslimat NU Gadingrejo, Nyai Suranti, mengajak seluruh kader Muslimat NU untuk terus memperkuat persatuan dan soliditas organisasi.

“Muslimat NU harus terus bersatu agar tercipta kekuatan organisasi yang kokoh, memperkuat Nahdlatul Ulama, semakin mengenal NKRI dan para ulama, meningkatkan kesejahteraan umat, serta menjadi teladan dalam menjaga persatuan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pringsewu H. Riyanto yang diwakili oleh Camat Gadingrejo menyampaikan pesan melalui sebuah pantun yang mengajak masyarakat untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Meladani akhlak Nabi untuk membangun Pringsewu dengan kebaikan,” pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Pada sesi inti pengajian, Gus Amir menyampaikan pentingnya memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan berupaya mengikuti seluruh tuntunan beliau dalam kehidupan.

“Syafaat Kanjeng Nabi berlaku untuk seluruh pelaku dosa besar dari umatku. Karena itu, mari kita perbanyak membaca shalawat dan berusaha mengikuti segala petunjuk Kanjeng Nabi,” tutur Gus Amir di hadapan ribuan jamaah.

Suasana semakin hangat ketika Gus Amir melantunkan syair berbahasa Jawa yang disambut antusias oleh para jamaah:

Esuk enjing, sore sonten
Papah gedang digawe tali
Kulo mbenjing tumut sinten
Pejah gesang tumut Kanjeng Nabi

Di akhir tausiyahnya, Gus Amir mengingatkan pentingnya menjaga kedekatan dengan para ulama sebagai pewaris Nabi. Menurutnya, menjauh dari ulama dapat menghilangkan keberkahan hidup dan membuka peluang hadirnya pemimpin yang zalim.

“Jangan sampai kita menjauh dari ulama. Dengan menjaga hubungan dengan ulama, kita berharap mendapatkan keberkahan, terhindar dari pemimpin yang zalim, dan tidak meninggalkan dunia tanpa membawa iman,” pesannya.

Selain pengajian dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan juga diisi dengan penyerahan santunan kepada kaum dhuafa Pekon Gadingrejo Timur. Santunan tersebut diberikan secara simbolis oleh Ketua PAC Muslimat NU Gadingrejo sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat peran Muslimat NU di tengah masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap ikhlas, sabar, dan disiplin.